Norwich
January 23rd, 2007 by aquairineSebuah kota tempat saya berada hampir dua tahun, sejak Agustus 2002 sampai kembali pulang ke tanah air. Norwich ini memang ga seterkenal kota Cambridge, London atau Oxford. Namanya pun susah untuk disebut, Norwich yang lafalnya adalah no-ridge atau no-rich dan bukan nor-which. Banyak orang yang awalnya menyangka saya akan berangkat ke Norwegia. Ha ha ha.
Memang agak jauh dari rencana semula. Sejak lulus dari Hubungan Internarsional, Unpar, saya punya rencana mencari kerja dulu di Jakarta sembari mengumpulkan info S2 di luar negeri. Inginnya sih ke Belanda. Pertama karena saya punya famili yang tinggal di Leiden dan kedua, karena Belanda berada di daratan Eropa Barat. Sehingga, saya bisa punya kesempatan jalan-jalan ke beberapa negara yang ada di visa Schengen. Mmmhh, kenyataan berkata lain. My mom lebih mendorong saya buat sekolah dulu, jadi saya ga punya banyak waktu bikin portofolio untuk apply sekolah foto di Belanda. Akhirnya, saya apply ke sekolah dengan major yang sejalan dengan background S1 saya. Saya diterima di tiga sekolah, yang semuanya berada di Inggris, bukan Belanda. Nah, itulah kenapa saya akhirnya memilih Norwich, karena major yang ditawarkan adalah Cultural Politics. Sebuah major yang saat itu rasanya bisa memberi banyak hal baru dalam bidang akademis saya karena tidak hanya memperdalam politik, tetapi membedah sisi budaya yang banyak berhubungan dengan politik dalam konteks praktis. Cultural Politics ini berada di bawah Departemen Social, Politics and Economics (SOC).
Selain majornya, saya agak ‘tertantang’ tinggal di Norwich karena kota itu, meskipun kecil, tetapi punya posisi penting dalam sejarah peradaban di Inggris. Konon, pada abad ke-16, Norwich merupkan kota terbesar kedua di Inggris, kota ini lebih maju daripada London sendiri. Karena letaknya yang dekat dengan laut North Sea, menjadikan kota ini kota pertama yang dicapai para pendatang dari Kontinen Eropa. Disinilah ‘melting pot’ bagi seluruh bidang kehidupan, ya budaya, ekonomi-perdagangan, ilmu pengetahuan, pusat informasi dan sekaligus tempat berbaurnya seluruh masyarakat Inggris-Eropa.